Teknologi Digital dalam Pembelajaran

0
490

Oleh : Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si.

KONTEN DIGITAL

Konten Digital dalam membangun ekosistem digital tentunya juga didukung dengan perilaku internet sehat, kedua hal ini menjadi penting dan tak bisa terpisahkan. Internet telah membuka berbagai pintu informasi yang berisi berbagai konten, baik konten positif dan konten negatif. Bila kita tidak memiliki bekal dalam cara pemanfaatannya maka internet akan menjadi momok bagi penggunanya.

Oleh karena itu pembekalan dan menciptakan konten positif menjadi penting, memberikan edukasi berkesinambungan kepada setiap pengguna dan konten kreator, agar memiliki literasi yang baik dalam menggunakan teknologi digital, menjadikan internet sebagai bagian dari perangkat pembelajaran yang efektif dan positif.

Konten digital akan berperan seperti mata uang dalam sebuah lingkungan digital sosial pendidikan, berbagai komunikasi akan diwakilkan dengan cara memutar atau memanfaatkan sebuah konten digital. Tentunya mode pengiriman konten digital kedepan akan menjadi lebih mudah, lebih murah, lebih cepat dan lebih bervariatif seiring dengan berkembangnya atau meningkatnya kapasitas (bandwidth), gawai yang lebih inovatif, dan juga mudahnya mendapatkan aplikasi serta ruang penyimpanan berbasis awan.

Ekspektasi generasi masa kini akan berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka akan membutuhkan praktik berbagi pengalaman melalui konten digital termasuk konten pembelajaran, berbagai media komunikasi digital akan menjadi lebih kaya dengan sumber ilmu serta konten digital. Di lain sisi, perangkat pendukung pembuatan konten kreatif dalam bentuk digital juga menjadi banyak pilihannya dan bersifat adaptif dengan kebutuhan pengguna maupun kebutuhan media distribusinya, kita juga sudah banyak menyaksikan bagaimana masyarakat pendidikan membuat berbagai konten digital lalu mendistribusikan secara masif, hebatnya konten yang dibuat dapat melintasi batas bahasa, batas budaya, batas usia dan batas-batas lain.

Oleh karena itu perlu disadari betul bagaimana konten digital saat ini dapat merubah berbagai karakter pada peserta didik bahkan sampai ke guru, seharusnya kedepan para pembuat konten digital harus menyadari dan semakin ter literasi untuk dapat melakukan kontrol kualitas secara mandiri dalam menciptakan, memproduksi, mendistribusikan, maupun mengkonsumsi konten digital.

Beberapa hal sudah berubah secara mendasar, ditandai dengan beberapa tantangan yang timbul disebabkan oleh konten digital yang mempengaruhi pada kehidupan, termasuk dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa tantangan yang harus dihadapi ketika individu memperoleh pengalaman dari kebanyakan orang yang berinteraksi dengan konten digital.

Tantangan yang pertama adalah bagaimana kita memahami lalu menyikapi nilai-nilai yang terkandung dalam pengalaman orang lain yang dibagikan melalui konten digital. Apakah interaksi dengan konten digital itu sudah dirasa menarik, mendidik dan berguna? Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan? Apakah konten tersebut selanjutnya akan digunakan untuk referensi dalam melakukan proses pembelajaran? dan seterusnya. Dalam kita melakukan pemahaman dan memberikan nilai-nilai pada konten digital tersebut, individu atau pengguna perlu menetapkan indikator-indikator sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya dalam dirinya.

Tantangan yang kedua adalah bagaimana membuat metadata konten digital yang terintegrasi dengan konten dan tentunya juga metadata yang tervalidasi. Metadata awal akan diperoleh dari pembuat konten, lalu selanjutnya dapat dapat ditambahkan dari berbagai sumber yang memiliki pengalaman dan keterikatan yang sama dengan konten digital tersebut, seperti dari para pengguna, dari distributor informasi dan masukan metadata dari komunitas yang memiliki visi dan tujuan yang sama dengan pembuat konten.

Tantangan yang ketiga adalah bagaimana membuka akses konten digital dalam mengunggah maupun mengunduh, cara-caranya tentu harus disesuaikan betul dengan kebutuhan dan kemampuan user. Harus menjadi sesuatu yang memang sesuai dengan kebutuhan personal, responsif dan adaptif.

Keempat adalah bagaimana memanfaatkan konten digital yang dapat dikolaborasikan/ digabungkan dengan konten digital lain baik secara format, konteks, bahasa, musik, dan teks, lalu selanjutnya konten digital itu menjadi konten digital baru yang dapat meningkatkan kreatifitas, interaktivitas, menumbuhkan pembelajaran positif dan konstruktif yang tentunya tidak melanggar hak cipta.

Tantangan selanjutnya adalah, kesenjangan sosial yang terbentuk berdasarkan tingkat kemampuan ekonomi, sehingga mengakibatkan kebiasaan atau budaya yang berbeda terhadap cara mengakses informasi dalam bentuk konten digital, ditambah dengan kesenjangan literasi digital, dimana ini akan mempengaruhi cara-cara dalam mendapatkan konten digital dalam pembelajaran.

MEDIA DIGITAL

Ketergantungan kehidupan pada media digital menjadi sesuatu yang berkembang sangat pesat, berbagai aspek kehidupan sudah terdistrupsi oleh konten digital, mulai dari pekerjaan, kesehatan, kehidupan sosial dan termasuk pendidikan. Transformasi kepada sesuatu dalam bentuk digital, yang kali ini dikenalkan oleh teknologi, sudah banyak merubah cara kita menghasilkan, mendistribusikan dan meliterasi dengan memanfaatkan konten digital. Teknologi berhasil merubah format informasi ke dalam format digital, hal ini menyebabkan perubahan pada berbagai media yang digunakan.

Dalam media digital, beberapa tipe konten digital dapat dijadikan menjadi satu dalam sebuah layanan, seperti konten dalam bentuk tulisan, konten audio, konten video, konten multimedia dan beberapa konten digital lainnya. Teknologi mobile digital memungkinkan pengguna untuk mengirimkan berbagai informasi digital dari mana saja dan kapan saja, serta dapat menghubungkan ke dalam media sosial para pengguna. Salah satu media digital yang saat ini menjadi istilah populer yaitu dikenal dengan istilah “platform”, platform merupakan tempat bernaungnya berbagai aplikasi dalam satu lingkungan atau tempat.

Teknologi digital sangat mempengaruhi keaktifan individu untuk menghasilkan atau produksi konten digital, hal lain juga adalah bahwa proses kolaborasi antar pengguna teknologi, dimana konten menjadi poin kunci bagi berkembangnya sebuah platform pendidikan. Teknologi digital terus memanjakan pengguna dengan dengan berbagai fasilitas aplikasi gratis dan juga nyaman, kebanyakan layanan digital adalah bersifat interaktif dan kolaboratif serta dapat melibatkan banyak pemangku kepentingan, pendidik dan tenaga pendidik dimungkinkan menjadi content creator lalu melakukan distribusi konten digital sesuai dengan keinginannya. Sharing content atau berbagi materi saat ini sudah menjadi budaya, individu sudah membiasakan diri untuk saling berbagi dan beranggapan konten yang dibagikan akan menjadi sesuatu yang berguna bagi pengguna lain dan komunitas pendidikan.

SKILL DIGITAL

Kemampuan secara teknik bagi para pengguna teknologi digital sangatlah penting, mengingat teknologi berkembang sangat cepat dan juga berkembang sepanjang waktu, apa yang anda pelajari sekarang, mungkin saja dalam waktu yang dekat tidak berlaku lagi dan harus diperbaharui pengetahuannya, hal ini berlaku juga pada teknologi yang digunakan pada pembelajaran.

Kemampuan – kemampuan digital yang harus dimiliki diantaranya, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi atau kesadaran akan kegunaan teknologi digital, mulai dari cara penggunaan, kelebihan dan kekurangan dari teknologi yang akan digunakan. Setiap pengguna harus memiliki kemampuan ini dan memiliki jawaban atau solusi apabila terjadi kendala, karena setiap penggunaan teknologi digital khususnya penggunaannya pada pembelajaran, memiliki pola penggunaan yang unik dan berbeda-beda, hal ini akan mengakibatkan perbedaan pula pada cara pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Kemampuan selanjutnya adalah kemampuan dalam membuat konten digital, dimana konten-konten ini yang nantinya digunakan dalam setiap pembelajaran atau dibagi untuk dikolaborasikan oleh user lain dalam proses pembelajaran. Kemampuan lain adalah kemampuan untuk melakukan analisis data dan kemampuan pencarian konten digital, ini dapat membantu pengguna dalam berpikir kritis melihat suatu masalah dalam pembelajaran, lalu menentukan prioritas pilihan kebutuhan akan konten digital yang akan digunakan, serta menentukan pemilihan konten digital yang tepat dalam implementasi pembelajaran.

Kemampuan sosial digital, dalam hal ini dapat digunakan dalam mengembangkan komunitas digital, dimana perannya dapat memotivasi anggota komunitas, memberikan solusi masalah digital, dan dapat memberikan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dalam pemanfaatan teknologi digital pada pembelajaran.

KOMUNITAS DIGITAL

Komunitas digital terbentuk berawal dari beberapa kesamaan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan teknologi digital baik media atau konten, interaksi dan komunikasi yang intens dalam membahas permasalahan lalu mencari solusi bersama antar pengguna teknologi digital, maka terbentuk sebuah jaringan secara daring, yang pada ujungnya mengerucut menjadi komunitas digital dengan visi dan misi yang sama. Komunitas digital memiliki kelebihan yang potensial diantaranya dapat memberikan rasa kebersamaan atau kesatuan, dan dapat menjadi tempat konfirmasi berbagai masalah dan solusi, sehingga secara yakin para pengguna dapat mengadopsi teknologi digital untuk diterapkan dalam pemanfaatan pembelajaran.

Di setiap kesempatan diskusi dalam sebuah komunitas, dapat dimunculkan tema-tema terkini yang memiliki relasi kuat terhadap pemanfaatan teknologi digital pada pembelajaran, dari diskusi ini dimungkinkan akan mendapatkan berbagai masukan penting yang nantinya dapat diimplementasikan oleh anggota komunitas, sehingga komunitas terus hidup dan berkembang secara konstruktif.

KEPEMIMPINAN DIGITAL DAN TRANSFORMASI DIGITAL

Transformasi digital bukanlah hanya sekedar mengganti perangkat lama anda ke perangkat baru dengan teknologi terkini, tapi juga bagaimana pengguna yang terlibat untuk memahami, lalu memanfaatkan teknologi digital dalam setiap aktivitas kesehariannya termasuk kedalam proses pembelajaran. Transformasi juga akan merubah cara memimpin didalam sebuah organisasi dan memungkinkan pengguna melakukan berbagai percobaan dalam proses penyesuaian penggunaan teknologi digital tersebut, lalu kedepannya akan dilakukan berbagai penyesuaian strategi kerja atau proses dalam pembelajaran secara berkelanjutan.

Transformasi digital adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi, ini bagai sebuah pertarungan dimana yang cepat melakukan adopsi dan melakukan penyesuaian akan berhasil dalam melakukan transformasi tersebut, namun di lain sisi apabila transformasi ini ditunda atau terlebih lagi tidak dihiraukan, maka organisasi dan pelakunya akan tertinggal dan tidak dapat bersaing.

Peran pemimpin menjadi penting, pemimpin harus cepat tanggap bereaksi terhadap berbagai kebaruan teknologi digital, lalu dengan cepat membuat keputusan dalam menghadapinya, melakukan berbagai literasi digital yang diperlukan bagi organisasinya. Pemimpin tidak lagi menggunakan berbagai instrumen yang lama, rumit, lambat merespons, dan melakukan berbagai pembatasan-pembatasan dalam pekerjaan serta membutuhkan waktu yang lama menghasilkan sebuah keputusan dalam menentukan kebijakan. Pemimpin dalam proses transformasi digital juga harus mampu menyakinkan dan memotivasi setiap individu yang ada di organisasinya, bahwa mereka mampu menjalankan transformasi tersebut, dilanjut dengan stimulasi intelektual yang dapat menghasilkan cara pandang baru pada pola kerja di organisasi.

Transformasi sedianya dapat memberikan solusi dari berbagai kesenjangan, menghilangkan kendala-kendala yang disebabkan oleh pola lama, lalu memanfaatkan teknologi dan menghasilkan sebuah nilai tambah yang positif dari sebuah proses pembelajaran mulai hulu sampai dengan hilir, sehingga mendapatkan sebuah pengalaman baru bagi para pelaku dan pengguna teknologi digital.

Merubah atau menyesuaikan visi misi dalam organisasi dapat membantu percepatan transformasi digital, sebuah organisasi dapat mengidentifikasi lebih awal ancaman yang dihadapi dan juga peluang yang perlu dijalani oleh setiap individu didalam organisasi. Di Dalam prosesnya, nanti akan ada sekelompok individu dalam organisasi yang memiliki kemampuan lebih unggul dalam menguasai teknologi digital, dimana selanjutnya kelompok tersebutlah yang akan menjadi lokomotif perubahan dan melakukan advokasi terhadap berbagai penyesuaian dan pembelajaran teknologi digital. Kelompok yang memiliki kemampuan lebih terhadap teknologi digital, nantinya akan menjadi tim yang dengan cepat akan membantu memetakan arah kerja, lalu akan meretas berbagai hambatan-hambatan dalam organisasi, bekerja lintas substansi atau fungsi di dalam organisasi, cara kerja seperti ini akan menjadi pola kerja yang baru dan dapat memberikan solusi lintas substansi / fungsi.

Dalam proses transformasi, organisasi sudah menetapkan beberapa objektif dengan beberapa poin kunci (key result), dengan panduan inilah organisasi dapat mengukur tingkat keberhasilan dari transformasi digital yang sedang dilakukan. Setiap kendala yang terjadi dilakukan evaluasi, dan setiap keberhasilan dapat di replikasi lalu ditingkatkan pada skala yang lebih luas.

 

Penulis: Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si. – PTP Ahli Muda Substansi Pemanfaatan Teknologi Informasi Pusdatin Kemendikbudristek

Ilustrasi Grafis: Renny Febrianty

Referensi:

Access and Retrieval of Digital Content, Kim Thomas and Alan Turner, In Digital Content Creation, Rae Earnshaw and John Vinve (Eds) (2001).

Behind the Screen : What Teens are Facing (and Adult Are Missing), Emily Weinstein, Carrie James (2022).

Content Production for Digital Media, Jay Daniel Thomson, John Weldon (2022).

 Digital Transformation : Build Your Organization’s Future for the Innovation Ages, Lindsay Herbert (2017).

 Digital Fundamental, Global Edition, Thomas L. Floyd (2015). Introduction to Digital Media, Alessandro Delfanti, Adam Arvidsson (2019).

Menjadi Pemimpin Transformatif, Strategi Mengelola Pembelajaran Organisasi, Dr. Muhammad Hasan Chabibie, M.Si., Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd. (2021).