SIPLAH Ciptakan Transparansi Pengadaan Sekolah, Wujudkan Pendidikan yang Adil dan Merata bagi Anak Bangsa

0
136

Jakarta, (16/11) – Digitalisasi pada layanan pendidikan tengah digadang-gadang oleh Kemendikbudristek dengan diluncurkan berbagai Platform Teknologi Pendidikan membuat ada percepatan dalam pembangunan sistem pendidikan. Bicara sistem pendidikan tentunya harus dilihat secara luas termasuk dengan pengadaan infrastruktur sekolah perlu direncanakan dengan matang mengikuti kebutuhan dari sekolah.

Kita semua mafhum pengadaan sekolah sangat berkaitan dengan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pengadaan sekolah menjadi gerbang yang harus dikawal untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Di era keterbukaan informasi dengan digitalisasi yang merambat ke setiap lini melakukan pembelian sarana dan prasarana dapat dilakukan melalui market place sehingga harga pasar sebuah produk dapat diketahui secara pasti. 

 

Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLAH) menjadi salah satu Platform Teknologi Kemendikbudristek yang mengawal agar pengadaan sekolah tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Lebih dari itu pengadaan dari SIPLAH dilatarbelakangi oleh beberapa hal diantaranya:

  • Bantuan Pemerintah yang dikelola oleh Satuan Pendidikan cukup banyak
  • Dana yang dikelola Satuan Pendidikan merupakan dana transfer daerah yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang bersangkutan
  • Berkurangnya partisipasi Satuan Pendidikan dalam memberikan laporan ke Kemendikbudristek
  • Berkurangnya partisipasi Satuan Pendidikan dalam memberikan laporan ke Kemendikbudristek
  • Sangat penting untuk mendorong peningkatan transaksi secara elektronik, sehingga tercatat dan dengan mudah dipantau oleh pihak-pihak yang berkepentingan

Dengan dikembangkannya SIPLAH terjadi penyerapan anggaran sekolah yang cukup fantastis. Jumlah transaksi yang ada di SIPLAH sebanyak 687.158 dengan jumlah pengguna 119.438 satuan pendidikan dengan total transaksi sebesar Rp 2.557.209.400.354,-.

Bak ada gula ada semut saat ini mitra daring SIPLAH mencapai 28.586 mitra. Angka yang meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2019 hingga tahun 2021 ini. SIPLAH dengan prinsipnya efektif,efisien,transparan dan adil berupaya mewujudkan tata kelola keuangan di satuan pendidikan agar tepat guna dan tepat sasaran.

 

Kepercayaan dan kepuasan pelanggan yang dalam hal ini satuan pendidikan serta mitra daring menjadi jaminan yang harus diberikan Kemendikbudristek. Jaminan ini diberikan dengan dikeluarkannya Permendikbud No.18 Tahun 2022. Jaminan yang tentunya menjadikan SIPLAH sebagai tonggak terwujudnya pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak bangsa.