Sukses Gelar Bug Bounty 2022 Bentuk Komitmen Pusdatin Kemendikbudristek Jaga Keamanan Siber

0
565

Yogyakarta (26/8)- Usai webinar di sesi siang dilanjutkan dengan acara penganugerahan pemenang Bug Bounty Kemendikbudristek 2022. Dalam laporan ketua panitia pelaksana kegiatan Bug Bounty Kemendikbudristek ini diikuti oleh 228 peserta terdiri dari 128 mahasiswa, 14 dosen, 14 siswa, dan 70 guru.

 

Para peserta dari seluruh Indonesia ini telah melakukan uji keamanan pada 15 aplikasi yang dimiliki  7 unit kerja yang ada di lingkungan Kemendikbudristek. Para bug hunter telah menemukan berbagai celah dengan beragam teknik percobaan pengujian keamanan. Laporan dari para bug hunter  telah menghasilkan profil keamanan pada lingkungan Kemendikbudristek.

 

Salah satu finalis yang hadir dalam Puncak Anugerah Bug Bounty Kemendikbudristek, Khabiburrahman menyampaikan. kepada peserta yang daring maupun luring yang kebanyakan dari kalangan siswa dan mahasiswa bahwa ilmu keamanan siber sudah sangat berlimpah untuk dipelajari saat ini. Untuk itu, jika sangat berminat di dunia keamanan siber dapat melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi yang sesuai dengan pilihan. Ia berpesan perlu etika dalam keamanan siber sehingga ilmu yang didapat dapat bermanfaat pada lingkungan, bangsa, dan negara.

Abdi Prawira Negara bersama MC, dan Khabiburrahman

Senada dengan Abdi Prawira Negara mengatakan, sebelum mendalami dunia hacker ada baiknya mempelajari ethical hacking agar segala Tindakan yang kita lakukan tak merugikan diri sendiri dan orang lain mengingat adanya UU ITE yang berlaku di Indonesia.

Maulana Alamsyah dari Politeknik Harapan Bersama dinyatakan sebagai pemenang Bug Bounty Kemendikbudristek 2022. Ia mendapatkan poin tertinggi dari kelima finalis berdasarkan penilai dari dewan juri Satria Ady Pradana (Juri Cyber Security Consultant) dan Gigih Supriyatno (Juri BSSN). Adapun kelima finalis tersebut diantaranya :

Maulana Alamsyah dari Politeknik Harapan Bersama

Abdi Prawira Negara dari Universitas Indraprasta

  1. Khabiburrahman dari STMIK El Rahma

Ahmad Ray Septa Firdaus dari Sinbgaperbangsa Karawang

Paska Parahita dari Universitas Amikom Yogyakarta

Lima Finalis Bug Bounty Kemendikbudristek

Kegiatan puncak Anugerah Bug Bounty Kemendikbudristek ini dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan  UGM, Dr. R. Suharyadi, M.Sc didampingi Kapusdatin Kemendikbudristek, Dr. M. Hasan Chabibie, ST, M.Si. Dalam sambutan Hasan mengatakan,  kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar Pusdatin Kemendikbudristek dalam meningkatkan kapasitas di bidang keamanan siber.

Dr. M. Hasan Chabibie

“ Kita sering mendengar adanya kebocoran data dalam pemanfaatan aplikasi yang ini juga menjadi perhatian Pusdatin. Salah satunya kita sudah menerapkan ISO 27001, kegiatan pentest dalam siklus pengembangan aplikasi namun kami masih merasa perlu adanya partisipasi publik untuk meningkatkan kualitas perbaikan dalam suatu program”, ujar Hasan.

 

“Bug Bounty dengan tema Share and Protect mengingat makin banyaknya pemnfaataan platform digital yang dimiliki oleh insan pendidikan sehingga perlu melibatkan para bug hunter yang memiliki kompetensi dalam mengevaluasi sistem dan aplikasi yang kami miliki untuk dilakukan perbaikan,” tambah Hasan.

 

Hasan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak mulai dari panitia di Pusdatin, pemilik layanan dan dewan juri yang terlibat dalam kegiatan ini khususnya jajaran civitas akademika yang ada di UGM yang telah menyediakan tempat penganugerahan Bug Bounty Kemendikbudristek.

 

Dr. R. Suharyadi, M.Sc yang menutup acara menyampaikan kegiatan yang diinisiasi oleh Pusdatin Kemendikbudristek merupakan bentuk dari pendidikan karakter. Hal ini dikarenakan banyak kemampuan hacker yang menyalahgunakan ilmu yang dimiliki dengan kegiatan ini daapt memfasilitasi peserta mengeluarkan kemampuannya secara legal.

Dr. R. Suharyadi, M.Sc, Direktur Kemahasiswaan UGM

“Kampus UGM sangat berkonsentrasi dalam pendidikan karakter, kami mengajak mahasiswa tidak meninggalkan dunianya namun tetap memberikan manfaat pada sekitarnya. Pusdatin Kemendikbudristek telah mendukung program pendidikan karakter melalui event Bug Bounty ini,” ujar Suharyadi.

 

Ia mengucapkan permohonan maaf dari Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. kepada para peserta dan jajaran Pusdatin Kemendikbudristek yang berhalangan hadir. Ia juga mengatakan kampus UGM juga menyediakan jalur masuk secara khusus dengan pengujian keterampilan di bidang olahraga maupun seni. Kegiaatana ini menginspirasi pihak UGM untuk menjadkan bug bounty sebagai salah satu pengujian keterampilan jalur masuk.

 

Acara Anugerah Bug Bounty Kemendikbudristek juga dimeriahkan oleh hiburan Tari Tradisional Golek Ayun-Ayun dan pameran dari mitra Pusdatin PT. Telkom dan Google Cloud. Untuk menyaksikan kembali rangkaian puncak Anugerah Bug Bounty Kemendikbudristek dapat disaksikan melalui kanal Youtube EduCSIRT Kemendikbudritek pada link https://www.youtube.com/watch?v=rJU3OCtaOKg  .