KIHAJAR TIK Talks : Konsep A, B, C, D (Anak Bangsa Cinta Digital) dalam Mengharmonikan Mutu Pendidikan di Indonesia Khususnya di Provinsi Maluku

0
1271

Maluku (25/11) – Menjadi salah satu daerah yang sulit diakses, Maluku menjadi daerah yang diprioritaskan pemerintah sesuai amanah dalam Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2014, mengenai percepatan pembangunan di daerah tertinggal. Sementara Kemendikbud mengeluarkan amanat Permendikbud nomor 72 tahun 2013 mengenai pendidikan layanan khusus.

Dimana layanan khusus ini yang dimaksud yaitu pendidikan bagi peserta didik di daerah 3T masyarakat adat yang terpencil, dan atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan yang tidak mampu dari segi ekonomi upaya untuk melakukan pemerataaan dan meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia salah satunya dengan menjadikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai prioritas.

Penyelenggaraan KIHAJAR TIK Talks merupakan wujud apresiasi terhadap daerah yang berpartisipasi  terbanyak dalam KIHAJAR STEM, sekaligus dalam optimalisasi penggunaan Rumah Belajar,  TV Edukasi, dan Suara Edukasi. Maluku menjadi salah satu sasaran penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan dalam peningkatan literasi TIK di daerah 3T yang disebutkan dalam Permendikbud No. 72 Tahun 2013 diatas.

753 (Tujuh Ratus Lima Puluh Tiga) peserta mendaftar dan mengikuti KIHAJAR TIK TALKS MALUKU sebagai wujud antusiasme dari guru, tenaga Pendidikan, komunitas Pendidikan di Maluku dan seluruh Indonesia.

Kolaborasi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud dengan Dinas Pendidikan provinsi Maluku serta Duta dan Sahabat Rumah Belajar Provinsi Maluku, berhasil menyelenggarakan KIHAJAR TIK TALKS MALUKU.

Tema yang diangkat pada KIHAJAR TIK TALKS MALUKU adalah Konsep A, B, C, D (Anak Bangsa Cinta Digital) dalam Mengharmonikan Mutu Pendidikan di Indonesia Khususnya di Provinsi Maluku. Topik ini diangkat untuk menjawab tantangan Pembelajaran Jarak Jauh pada Era Pandemi Covid19 di wilayah bagian Timur Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku.

Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 25 November 2020 mulai pukul 08.00 WIB dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli di bidangya, yakni:

  1. Ir. Insun Sangadji, M.Si. | plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku
  2. Semuel E. Huwae, M.H. | Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku
  3. Fahmi Sallatalohy, M.Hum. | Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
  4. Hasan Chabibie, ST., M.Si. | plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud
  5. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd. | Guru Besar Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
  6. Meilita Salamony, S.Pd. |  Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahun 2017
  7. Dedi Dwitagama | Pendidik, Trainer, Motivator bidang Pendidikan

 Moderator: Kajuliven Wattimena, S.Pd. | Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku tahun 2019

Konsep A, B, C, D (Anak Bangsa Cinta Digital) dalam Mengharmonikan Mutu Pendidikan di Indonesia Khususnya di Provinsi Maluku

Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si. plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku membuka kegiatan TIK TALKS Provinsi Maluku. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku memiliki semangat dan terus berupaya mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang dihadapi di Provinsi Maluku, khususnya pada masa Pandemi Covid-19 dalam hal pengembangan mutu pendidikan berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi, agar para pendidik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dan para peserta didik mendapatkan pendidikan yang memadai.

Karakteristik provinsi Maluku yang merupakan daerah kepulauan dengan cakupan yang sangat luas, membutuhkan sentuhan khusus dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan berbasis TIK. Konsep A B C D (Anak Bangsa Cinta Digital) merupakan suatu konsep yang dimaksudkan agar  seluruh masyarakat Indonesia, khusunya masyarakat Maluku, memiliki kecintaan terhadap teknologi dan dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Disadari bahwa banyak keterbatasan yang ditemui dan masih banyak daerah yang belum merasakan kemajuan teknologi, sehingga untuk mengakses internet sangat terbatas.

Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si. plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku

Namun, hal ini tidak menyurutkan tekad bahwa semua persoalan ini jika ditangani dengan eksklusif dan membangun sinergitas maka keberhasilan itu tinggal menunggu waktu saja. Sebagai anak bangsa yang cinta digital, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan website MALUKU CERDAS, aplikasi microsoft 365. Website ini diharapkan menjadi salah satu solusi dan terus dikembangkan dalam mengharmonikan mutu pendidikan di provinsi Maluku.

Melalui kegiatan seminar daring TIK TALKS ini, diharapkan semua pihak yang terlibat di dalamnya dapat memaksimalkan setiap kesempatan guna mencapai tujuan, khususnya dalam menyamakan visi dan persepsi, serta indikator lainnya dalam pengembangan program dan kegiatan antar pemerintah pusat maupun daerah sehingga dapat mewujudkan pengembangan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini.

Drs. Semuel E. Huwae, MH selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku

Sementara itu, Drs. Semuel E. Huwae, MH selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku akan bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku dalam membangun SDM Maluku melalui literasi digital. Sesuai dengan salah satu misi provinsi Maluku, yaitu mewujudkan penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan gratis berbasis gugus pulau harus tersentuh. Peran Kominfo Provinsi Maluku dalam menunjang pembelajaran online di masa pandemi covid-19 sangat dibutuhkan. Program Kominfo tahun 2020 yaitu membangun Call Center 112 di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di provinsi maluku, mengusulkan layanan internet USO pada 11 kab/Kota di provinsi Maluku sebanyak 541 titik, bekerja sama dengan Telkom, menyediakan anggaran e-learning di provinsi Maluku berupa pulsa internet, menyediakan layanan VSAT internet bagi 193 SMA/SMK, meluncurkan program Palapa Ring Timur guna memperlancar koneksi internet di daerah 3T, dan membangun 128 BTS (Base Transceiver Station). Update digitalisasi penting sebagai jembatan dalam membangun harmoni dan menumbuhkan harapan, khususnya di bidang pendidikan. Kominfo akan membangun kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk mempertajam pembangunan kualitas para guru dengan bantuan ahli IT. Karena guru yang hebat akan melahirkan generasi emas Maluku di masa-masa yang akan datang.

Dr. Fahmi Sallatalohy, M.Hum. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon menyampaikan terkait pengelolaan pembelajaran di era new normal, khususnya di Kota Ambon. Keputusan empat menteri menjadi acuan bagi Dinas Pendidikan Kota Ambon dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat menjadi prioritas utama.

Pemerintah Kota Ambon akan membuat daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan Kemenkes sebagai tolak ukur satuan pendidikan bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan Kota Ambon yang memenuhi kesiapan dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan masa transisi selama dua bulan, jika aman, dilanjutkan dengan masa kebiasaan baru.

Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud M. Hasan Chabibie, ST., M.Si.  menyampaikan bahwa pelaksanaan TIK TALKS MALUKU merupakan rangkaian terakhir dan bertepatan dengan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November. Pandemi Covid-19 menjadi ujian luar biasa bagi Bapak Ibu guru, proses belajar mengajar yang biasanya dilakukan di sekolah, namun saat ini dihadapkan dengan ruang-ruang kelas baru dengan sekian banyak perangkat teknologi.

Ia menyadari betul, provinsi Maluku sebagai daerah kepulauan masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau infrastruktur internet. Namun, Ia yakin bahwa permasalahan itu tidak akan mengurangi dedikasi dan kesungguhan Bapak Ibu Guru untuk terus bergerak mencari solusi terbaik agar proses belajar mengajar tidak terhenti dan nyala api belajar peserta didik tetap terjaga. Seluruh metode pembelajaran telah dilakukan oleh Bapak Ibu Guru agar proses pembelajaran dapat terus berjalan. Inilah sosok pewaris para pejuang yang pantang menyerah dan selalu berusaha melakukan perubahan meski dalam masa sulit.

Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud M. Hasan Chabibie, ST., M.Si.

KIHAJAR TIK TALKS merupakan bentuk salah satu komitmen dari PUSDATIN KEMDIKBUD untuk memfasilitasi peningkatan kualitas proses pembelajaran. Selain itu, Kemdikbud juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya melalui beberapa kebijakan. Pertama, data kuota internet yang dibagikan secara gratis kepada guru dan siswa. Kedua, Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk para guru, dengan harapan menjaga asa, semangat dan menghadirkan optimisme di tengah-tengah peserta didik.

Ketiga, membuka seleksi bagi guru honorer untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2021 sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada para peserta didik melalui penyediaan tenaga pendidik yang berstatus Aparatur sipil Negara (ASN). Dengan semangat dan optimisme yang dimiliki oleh para guru dalam mengajar insya Allah kesulitan dari situasi saat ini akan terlewati. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memfasilitasi semaksimal mungkin supaya proses-proses itu bisa berjalan dengan baik.

Kemudian, Guru Besar Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd. berbagi mengenai bagaimana sebenarnya peran guru dalam meningkatkan proses pembelajaran di era new normal. Permasalahan yang muncul saat ini merupakan sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya. Untuk menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran ini, guru adalah orang yang paling pertama dan utama dalam kegiatan belajar mengajar. Guru mempunyai peran penting dan strategis dalam menyelamatkan generasi emas Indonesia di masa mendatang. Guru di dalam kelas berperan sebagai pemimpin, memonitoring kegiatan siswa dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran agar peserta didik bisa mencapai tujuan pembelajaran.

Kemudian, Guru Besar Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Mukhneri Mukhtar, M.Pd.

Dalam praktik baik pemanfaatan fitur Kelas Maya dalam pembelajaran pa portal Rumah Belajar oleh Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahun 2017, Meilita Salamony, S.Pd. mengajak guru-guru untuk memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran melalui Fitur utama dalam Rumah Belajar yakni Sumber Belajar, Laboratorium Maya, Bank Soal dan Kelas Digital dengan mengunjungi portal Rumah Belajar melalui belajar.kemdikbud.go.id.

Portal Rumah Belajar menjadi salah satu solusi dalam melaksanakan pendidikan jarak jauh di masa Pandemik dan juga sebagai sarana pembelajaran online bagi siswa dan guru untuk bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

Duta Rumah Belajar Provinsi Maluku Tahun 2017, Meilita Salamony, S.Pd. bersama Bapak Dedi Dwitagama

TIK TALKS provinsi Maluku diakhiri dengan penyampaian materi oleh narasumber Dedi Dwitagama yang merupakan Pendidik, Trainer, Motivator bidang Pendidikan. Dedi berbagi motivasi dan semangat kepada para guru dalam pembelajaran di masa pandemi. Beliau menyampaikan, guru-guru bisa mengajak murid-muridnya untuk membuat hal kreatif karena dari murid bisa menjadi konten positif bagi guru demikian juga sebaliknya. Misalkan seorang guru bisa menceritakan konten baik dari salah satu siswa yang dianggap bisa menjadi contoh bagi lainnya, Dedi juga mengungkapkan dari hal tersebut bisa meninggalkan jejak untuk kedepannya supaya bisa menjadi inspirasi bagi generasi mendatang di sekolah tersebut.

Tidak lupa beliau selalu mengajak guru untuk membuat konten dalam blog, dalam menyampaikan motivasi kepada guru sebuah dokumentasi bisa lebih berharga dibandingkan sebuah piala atau thropy, karena dengan dokumentasi menjadi berharga untuk dikenang sepanjang masa. Dalam kesempatan ini Dedi menjawab pertanyaan bagaimana guru inovatif, menurutnya guru inovatif itu mereka yang bisa terlacak di google, yakni inovasi sang guru harus mengunggah di internet supaya tidak ditelan oleh waktu dan bisa menjadi inspirasi bagi khalayak.

Karima Putri

Seminar daring ini ditutup dengan mengajak peserta mengikuti kuis digital interaktif yang menyenangkan oleh kakak Karima Putri, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran melalui seminar daring KIHAJAR TIK Talks. Peserta yang telah mendaftar akan mendapatkan e-sertifikat.

Acara ini juga disiarkan langsung melalui dengan tautan berikut:

YouTube Televisi Edukasi

https://youtu.be/VQyzkrIBr8E

YouTube Rumah Belajar

https://youtu.be/d99oJGw7QhY

Facebook Tvedukasi Kemdikbud

https://www.facebook.com/live/producer/schedule/162117432255635

Radio Suara Edukasi

https://suaraedukasi.kemdikbud.go.id.

Sehingga dapat memperluas akses kepada guru yang berada di seluruh penjuru tanah air.