Sarasehan Jurnal Teknodik, Diikuti Ribuan Guru dan Praktisi Pendidikan

0
1632

Pusdatin Kemendikbud, Jakarta (15/10)– Seribu lebih Guru, Dosen, Pejabat Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Peneliti, dan Praktisi Pendidikan di penjuru tanah air dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) yang terdaftar melalui aplikasi simpaTIK, pada laman simpatik.belajar.kemdikbud.go.id, mengikuti Sarasehan Bedah Artikel Jurnal TEKNODIK secara daring, pada Kamis (15/10).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Redaksi Jurnal TEKNODIK, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini bertujuan untuk memberikan ruang berbagi pengetahuan, pengalaman penulisan artikel, sekaligus sebagai sarana publikasi, sosialisasi dan evaluasi bagi para penulis, calon penulis, pengguna, dan pengelola Jurnal TEKNODIK, demikian disampaikan oleh Gogot Suharwoto, Ph.D., PTP Ahli Utama Pusdatin Kemendikbud, selaku Chief Editor Jurnal TEKNODIK.

Plt. Kapusdatin Hasan Chabibie hadir membuka acara

Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Kapusdatin, M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si ini, menyajikan 3 topik bedah artikel yang disampaikan oleh penulis dan narasumber penyaji yaitu Dr. Kulsum Nur Hayati, M.Pd., Endang Poetri Astutik, M.Pd, dan Roro Martiningsih, M.Pd, serta narasumber pembahas yang juga mitra bestari Jurnal TEKNODIK antara lain Prof. Dr. H. Fuad Abdul Rachman, M.Pd., Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE., dan Dr. Beni Agus Pribadi, M.Pd.

Ketua APTPI, Dr. Purwanto yang juga PTP Ahli Utama Pusdatin memberikan semangat kepada peserta untuk menuangkan pemikiran melalui Jurnal Teknodik

Hadir pula pada kegiatan ini, Ketua Asosiasi Pengembang Teknologi Pembelajaran Indonesia (APTPI), Dr. Purwanto, M.Pd., PTP Ahli Utama Pusdatin Kemendikbud, yang mengajak seluruh PTP di Indonesia untuk aktif menulis karya ilmiah, salah satunya melalui Jurnal TEKNODIK sebagai bentuk pengembangan profesi dan publikasi karya inovatif di bidang teknologi pembelajaran.

Jurnal TEKNODIK telah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), Kemendikbud, yang sejak akhir tahun 2019 berganti nama menjadi Pusdatin, Kemendikbud. Jurnal TEKNODIK terbit secara rutin per semester yaitu di bulan Juni dan Desember setiap tahunnya, dapat diakses secara terbuka melalui jurnalteknodik.kemdikbud.go.id.  Naskah yang dimuat dalam jurnal TEKNODIK adalah artikel hasil kajian serta hasil R&D (penelitian dan pengembangan) mengenai pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dan kebudayaan, meliputi media/model/aplikasi/inovasi/kajian/evaluasi teknologi pembelajaran.

Gogot Suharwoto, Ph.D., PTP Ahli Utama Pusdatin Kemendikbud, selaku Chief Editor Jurnal TEKNODIK sedang menyampaikan pemaparan seputar Jurnal Teknodik

Beberapa hal menarik yang dapat dipotret dari para peserta  kegiatan sarasehan ini, ternyata masih banyak yang belum pernah menulis, kemudian mereka sangat antusias menggali informasi dari para narasumber, bagaimana tips dan trik menulis di jurnal bagi pemula, bagaimana cara membangun mood dalam menyelesaikan tulisan artikel, bagaimana metoda penelitan yang digunakan para narasumber dalam penulisan artikel ini, berapa lama waktu untuk menulis sebuah artikel, bagaimana batasan plagiarisme sampai dengan gaya selingkung Jurnal TEKNODIK. Rata-rata dalam 3 sesi pemaparan pemateri dalam kegiatan tersebut, jumlah pertanyaan sebanyak 65 pertanyaan.

Banyak dan beragamnya pertanyaan dari para peserta tersebut menunjukkan seberapa besar minat para peserta untuk menulis artikel di jurnal ilmiah.  Ini menjadi modal awal sekaligus memotivasi bagi peserta untuk segera menulis. Memulai dari hal yang sederhana, dikuasai kemudian ditekuni, dan komitmen sampai naskah artikel selesai.

Selanjutnya, tanpa ragu mengirimkan artikel ke jurnal online (termasuk diantaranya Jurnal TEKNODIK).  Kemudian telaten mengikuti proses penyuntingan dari para reviuwer dan mitra bestari. Segera revisi dan kirim kembali, seterusnya sampai dengan naskah final. Jangan beri ruang  untuk putus asa atau patah arang selama masa reviu artikel. Karena sejatinya artikel yang baik adalah artikel yang selesai dan diterbitkan dalam jurnal.

Bagi penulis pemula yakinlah, saran terbaik untuk menjadi penulis artikel jurnal ilmiah adalah MULAI. “There is a will there is a way”, selama ada keinginan pasti akan ada saja jalan, maka “do it”. Mulailah dan selanjutnya nikmati PROSES, karena hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.

Peserta dan narasumber berpose bersama di ruang daring seusai acara

Penulis :  Indah Sekarloka

Editor  :  Eni Susilawati