Pak Ridwan “Gemar Matematika” Menyapa Guru-Guru di Indonesia Melalui SapaDRB Akhir Pekan

0
1908

Ridwan Hasan Saputra, atau yang biasa dikenal dengan Pak Ridwan, merupakan pembawa acara Gemar Matematika Televisi Edukasi yang juga ditayangkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada Program Belajar dari Rumah. Pak Ridwan hadir menyapa guru-guru di Indonesia pada program SapaDRB Akhir Pekan dengan tema “Belajar di Era Tatanan Baru dengan Rumah Belajar dan Televisi Edukasi” yang dipandu oleh Duta Rumah Belajar, Dona Yulia Sari, Duta Rumah Belajar Provinsi Jambi.

Pada kesempatan ini, Pak Ridwan menyampaikan materi tentang Cara Berpikir Suprarasional 3 Antena Manusia. Materi ini dipaparkan agar dapat mempersiapkan guru agar dapat menerapkan cara berpikir suprarasional pada anak didiknya. Ia menjelaskan 3 Antena Manusia harus diaktifkan pada sistem pendidikan kita pada saat New Normal untuk membentuk cara berpikir suprarasional.

Menurutnya, pembelajaran daring selama masa pandemik tak hanya dilakukan untuk pembelajaran tetapi juga dilakukan tes secara daring. Untuk itu perlu diaktifkan 3 Antena Manusia agar dapat menghasilkan kejujuran di kalangan siswa.

Salah satu antena yang perlu diaktifkan adalah hati. Karena dengan hati yang hidup akan menghasilkan manusia-manusia spiritualis. Hati yang baik akan menjadikan manusia memiliki derajat yang lebih tinggi di mata tuhan dan manusia. Untuk itu, hati juga perlu diaktifkan bagi para guru dan siswa dalam memperbaiki karakter anak-anak Indonesia.

Dua antena lainnya adala panca indra dan akal. Panca indra diaktifkan dengan melakukan olahraga yang rutin. Sementara akal dapat dilatih dengan adanya pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru kepada siswa-siswi. Dari tiga antena ini maka akan terbentuklah anak-anak hebat yang dilatih oleh guru-guru hebat.

Tiga antena ini ia ibaratkan sebagai sumbu x, y, dan z dalam matematika. Jika ketiga sumbu ini dihasilkan maka akan membentu persegi yang ia sebut wadah rezeki. Semakin diaktifkan tiga antena manusia ini maka akan semakin banyakk wadah rezeki yang akan menghasilkan jiwa-jiwa yang hebat.

Ridwan berharap nantinya pada pembelajaran offline guru-guru akan berfokus pada akhlak sementara media daring dilakukan untuk melatih akal. Ia juga berharap kegiatan pembelajaran daring juga melibatkan para profesional seperti pengusaha, ilmuwan dan tokoh-tokoh yang berprestasi lainnya. Dengan perpaduan ini maka karakter anak Indonesia tidaklah hilang karena guru-guru akan mendidik karakter anak di sekolah.

Untuk menyaksikan kembali dapat mengunjungi Kanal Youtube Tv Edukasi dan Kanal Youtube Rumah Belajar.

Penulis: Mgs. Fisika Fikri

Editor: Hendri Puspa Martasari