TIESEA Gelar Indonesia Shared and Ideation Workshop

0
833

Jakarta (10/2) – Kolaborasi dan berbagi sumber daya menjadi konsentrasi The Technology Enabled Innovation in Southeast Asia (TIESEA). TIESEA merupakan project ADB Nomor. 6671 yang menangani tentang pendekatan pembelajaran (Learning Posibilities). Program ini dilaksanakan di Kamboja, Indonesia, Filipina, dan Vietnam, dan bertujuan untuk saling berbagi tentang program-program education technology yang telah dimanfaatkan di negara-negara tersebut, untuk bisa diterapkan di negara-negara yang lain.

Salah satu agenda yang dilaksanakan TIESEA untuk melaksanakan target tersebut aadalah dengan menyelenggarakan event Indonesia Shared and Ideation Workshop, dimana dalam forum ini, TIESEA mempertemukan para “pemain” Besar di Dunia edutech Indonesia, yakni Google dan Microsoft dari latar belakang Dunia industri/swasta, serta Pusdatin kemendikbudristek dari sisi Pemerintah.


Hadir dalam forum TIESEA, Direktur Jenderal Direktorat GTK, Iwan Syahril  mengatakan, bangga dengan resiliansi para Guru dalam menghadapi masa pandemi ini, yakni melalui penggunaan berbagai platform teknologi.

“Oleh karena itu, kamimendukung kegiatan webinar Sharing and Ideation dalam hal pemanfaatan education technology di bidang pendidikan, agar bisa lebih dimanfaatkan oleh guru, untuk membantu mereka beresiliansi di era disrupsi teknologi saat ini”, ujarnya.

Dr.Irwan Syahril, P.hD, Direktur Jenderal Direktorat GTK Kemendikbudristek


Sementara dari Microsoft menghadirkan Obert Hoseanto, yang mengatakan bahwa Microsoft telah Hadir di Indonesia sejak tahun 1995, dan selalu siap untuk mendukung pengembangan pendidikan berbasis digital di Indonesia.

Hingga saat ini Microsoft Education Program telah menjangkau lebih dari 21 juta guru, dengan lebih dari 1 juta guru terlatih dan lebih dari 1700 organisasi menjadi Microsoft Partner Network.

Lain halnya dengan Google yang mendukung program “The Anywhere School“, yakni teknologi yang digunakan dalam pembelajaran di manapun, kapanpun, untuk mendukung perubahan wajah pendidikan Saat ini.

“Saat ini sudah terdapat 189 juta pengguna Google Workspace for Education. Google juga mendukung Pemerintah Indonesia dengan menyediakan 36 juta akun pembelajaran (belajar.id) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh,” Olivia Basrin.

Sementara Dr. M. Hasan Chabibie, Kapusdatin Kemendikbudristek mengatakan, hingga saat ini tercatat lebih dari 59 juta guru dan siswa ada di jenjang pendidikan dasar dan menengah, ditambahkan delapan juta mahasiswa dan 286 ribu dosen di jenjang perguruan tinggi. Dengan dua statistik tersebut, ia berpendapat tidak mungkin pendidikan kita dapat dikelola, tanpa bantuan teknologi informasi.

“Sebagaimana pernyataan Mas Menteri, bahwa digitalisasi sekolah adalah sebuah keharusan, agar kita bisa melakukan lompatan katak, untuk Melakukan lompatan Kualitas Pendidikan dari Kondisi yang ada di saat ini,” ujar Hasan.

Kapusdatin Kemendikbudristek, Dr. M. Hasan Chabibie


Melalui program Merdeka Belajar, Pemerintah akan Membangun sebuah platform Pendidikan yang berjalan menyeluruh dan menyentuh semua aspek yang dapat menjangkau seluruh satuan Pendidikan di Indonesia.

Dan untuk menuju ke platform tersebut, kita telah mengembangkan berbagai transformasi digital di pendidikan Indonesia, yakni Melalui program belajar.id, SIPLah, pembagian Kuota data internet, Data Master Pendidikan yang Terintegrasi, program AYO Guru Berbagi, Assesmen Nasional, Organisasi Penggerak, Sekolah Penggerak, Kampus Merdeka, dan Kedaireka.

Pewarta/Foto : Muhammad Totok Prabowo

Editor : Mgs. Fisika F