Perlu Strategi Penyesuaian Atasi Dunia Pendidikan dan Birokrasi yang Terdisrupsi

0
2619

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin Kemendikbud), M. Hasan Chabibie mengatakan saat menuju era  new normal, pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan beberapa tahapan strategis untuk penyesuaian pola kehidupan baru.

Di dunia pendidikan, teknologi informasi menjadi media utama untuk interaksi siswa dan pendidik. Selain itu, komunitas pendidikan juga wajib melakukan penyesuaian dari disrupsi akibat pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan M. Hasan Chabibie, Selasa (23/6/2020), pada Rapat Koordinasi Implementasi Rumah Belajar, yang digerlar Pusdatin Kemendikbud 22 hingga 25 Juni 2020.

Agenda yang diselenggarakan secara virtual ini dihadiri ratusan peserta, baik dari jajaran Pusdatin Kemendikbud, para Kepala Sekolah, pendidik hingga Duta Rumah Belajar serta praktisi pendidikan dari pelbagai provinsi.

Dalam agenda rapat koordinasi ini, disampaikan beberapa presentasi terkait evaulasi sistem pembelajaran daring serta merancang tahapan perbaikan untuk masa mendatang.

Hasan Chabibie menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 menjadikan hampir semua lini terdisrupsi.

“Ternyata semua sisi terdisrupsi karena pandemi Covid-19. Nggak hanya sekolah yang libur, tapi aktifis kantor juga mengalami penyesuaian. Pola komunikasi kita juga berubah,” ungkap Hasan, yang juga Plt. Ketua Umum Mahasiswa Ahlut-Thariqah an-Nahdliyyah (MATAN).

Menurut Hasan Chabibie, harus ada penyesuaian dalam lintas bidang, untuk menyiapkan new normal. “Ini saya pikir akan menjadi pola kebiasaan baru pada tahun-tahun mendatang. Banyak hal yang berubah, tapi yang paling penting kita tetap menjaga nyala api belajar peserta didik kita.”

Dalam kesempatan rapat koordinasi virtual itu, Hasan Chabibie mengapresiasi seluruh pendidik yang telah bekerja keras mendampingi siswa selama pandemi, juga tim Rumah Belajar yang telah menyiapkan sistem teknologi dengan baik.

“Alhamdulillah teman-teman di rumah belajar mampu melakukan ikhtiar yang luar biasa. Selama tiga bulan kita melakukan kerja keras. Saat semuanya tiarap kita sudah berdiri, daat yang lain masih meraba, kita sudah berlari,” terangnya.

Hasan mengajak semua pihak untuk melakukan evaulasi bersama, sebelum merancang tahapan menuju selanjutnya. “Ada beberapa hal penting dari riset Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dirilis beberapa waktu lalu, yang bisa menjadi perhatian bersama.”

Hasan Chabibie, mendorong agar Pusdatin Kemendikbud dan komunitas pendidikan mencari solusi terbaik atas tantangan yang ada.

“Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa, bagaimana meningkatkan interaksi siswa dan pendidik, serta bagaimana meningkatkan fokus  dan konsentrasi agar peserta didik bisa belajar dengan baik,” jelas Hasan Chabibie.

Ke depan, imbuh Hasan Chabibie, Pusdatin Kemendikbud mendorong beberapa layanan pendidikan dalam memasuki new normal semisal Rumah Belajar, TV Edukasi dan beberapa layanan lain, agar semakin berkualitas dalam konten dan persebaran manfaat, serta menjalin kolaborasi dengan lintas kelompok  (*)

*) Penulis Adalah M. Hasan Chabibie, praktisi pendidikan, bergiat di Pusdatin Kemendikbud.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/279255/hasan-chabibie-dunia-birokrasi-dan-pendidikan-terdisrupsi-harus-ada-strategi-penyesuaian