Merdeka Belajar di 75 Tahun Indonesia Merdeka

0
5012

Jakarta, Pusdatin – (31/8) 17 Agustus 1945 negara kita memproklamasikan kemerdekaannya. Negara kita secara tegas menyatakan kemerdekaannya dari jajahan bangsa lain. Memasuki usia ke-75 tahun, tentu saja negara kita telah mengalami banyak perubahan. Baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, termasuk juga pendidikan. Kalau dulu kita dijajah oleh bangsa lain, maka kini bentuk penjajah itu telah berubah. Penjajah itu kini bernama Pandemi Covid-19. Yang mengakibatkan kita dikekang oleh banyak peraturan, seperti menjaga jarak, memakai masker, tidak bersalaman, mencuci tangan dengan benar, dan lain sebagainya. Hal itulah yang menyebabkan dunia pendidikan kita saat ini juga harus menyesuaikan diri.

Jika kita perhatikan, mulai dari pasar tradisional, pusat perbelanjaan, kantor, sekolah, fasilitas umum, dan lain-lain kini sudah menerapkan aturan tersebut. Kebiasaan baru yang kita kenal dengan new normal atau kenormalan baru dimana kita dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Mau tidak mau kita semua harus menyesuaikan diri karena hidup terus berjalan, bekerja dan belajar juga harus tetap berjalan.

Lalu, masih ingatkah saat Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pidato pada Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional 2019. Kala itu Mendikbud menyampaikan agar Bapak dan Ibu Guru melakukan perubahan kecil di kelas, seperti:

  • Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
  • Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
  • Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
  • Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
  • Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Bagaimana Bapak dan Ibu Guru menanggapi arahan Mendikbud tersebut pada masa pandemi saat ini? Sebagian mungkin sudah menemukan bentuk atau metode pembelajaran baru yang sesuai dengan kondisi sekolah dari masing-masing daerah, kondisi tiap murid dan kondisi Bapak dan Ibu Guru sebagai penggerak pembelajaran.

Ide-ide bermunculan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi video conference sebagai pengganti tatap muka di kelas. Video conference dirasa sangat praktis karena dapat dilakukan dilakukan dimana saja dan kapan saja, dan dapat menampung jumlah peserta yang cukup banyak.

Video Conference adalah teknologi yang memungkinkan pengguna yang berada pada lokasi yang berbeda untuk mengadakan pertemuan tatap muka tanpa harus pindah ke satu lokasi bersama. Teknologi ini sangat nyaman serta praktis bagi para penggunanya yang bergerak di bidang bisnis, perusahaan, sekolah jarak jauh maupun personal dari berbagai kota dan negara yang berbeda. Ini tentu menghemat waktu seperti saat ini, aman di kediaman masing-masing meski adanya COVID-19 (sumber: idcloudhost.com). Penggunaan untuk video conference (vicon) termasuk mengadakan pertemuan pembelajaran secara rutin untuk memberikan materi pembelajaran kepada siswa/siswi. Lebih luas lagi, layanan vicon dapat dimanfaatkan untuk webinar (seminar yang dilakukan melalui situs web), pelantikan pejabat, persidangan, sidang kesarjanaan, dan lain sebagainya.

Sebuah vicon memerlukan beberapa komponen antara lain: Laptop, PC atau smartphone, koneksi  internet (bisa wifi atau paket data internet), dan layanan/aplikasi vicon. Walau kadang akses internet di beberapa wilayah di Indonesia masih mengalami kendala, di saat pandemi ini layanan vicon dirasa merupakan pilihan yang terbaik.

Jangan sampai pandemi ini menjadi penghalang dalam belajar. Manfaatkan pula sarana pembelajaran lain seperti salah satu fitur yang ada di portal Rumah Belajar yaitu Kelas Maya  yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengajar dari rumah. Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari Kelas Maya di portal Rumah Belajar, selain pendidik dapat mengatur materi dan jadwal pembelajaran dari rumah juga dapat memantau pembelajaran peserta didiknya. Selain Kelas Maya, manfaatkan juga sumber belajar lain dari Pusdatin Kemendikbud seperti Televisi Edukasi dan Suara Edukasi yang semuanya dapat diakses secara daring.

Ada banyak cara bagi Bapak dan Ibu Guru untuk terus mengajar, dan ada lebih banyak cara bagi para murid untuk mendapatkan sumber belajar. Lihatlah sisi positif dari pandemi ini. Inilah  saatnya kita bisa bebas belajar dimana saja, kapan saja, dengan sumber apa pun. Mari kita hadapi pandemi ini bersama-sama, karena pendidikan penerus bangsa merupakan hal utama yang harus kita gapai, demi masa depan negara kita.

Penulis:           Maria Triyani P

Ilustrasi : M. Sulaiman Pibraziska Madjid

Sumber:

Pidato Mendikbud Nadiem Makarim pada Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional 2019 dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/11/pidato-mendikbud-nadiem-makarim-pada-upacara-bendera-peringatan-hari-guru-nasional-2019

Pengertian Video Conference: https://idcloudhost.com/video-conference-pengertian-fungsi-manfaat-dan-rekomendasi-aplikasi/

Portal Rumah Belajar: https://belajar.kemdikbud.go.id/

Portal Televisi Edukasi: https://tve.kemdikbud.go.id/

Portal Suara Edukasi: http://suaraedukasi.kemdikbud.go.id/

#MerdekaBelajar

#GuruPenggerak

#MengajarDariRumah

#RumahBelajar

#TelevisiEdukasi

#SuaraEdukasi

#PusdatinKemdikbud

#KemdikbudRI