Keamanan Siber Capai Tahap Implementasi Terkelola, Kemendikbudristek Raih Penganugerahan dari BSSN

0
501

Jakarta, (6/12) – Kemendikbudristek mendapat penganugerahan dari Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) dalam penilaian tingkat maturitas keamanan siber (cyber security maturity) pada sektor pemerintahan pusat tahun 2022 dengan capaian “Implementasi Terkelola”. Penganugerahaan ini disampaikan secara langsung oleh BSSN kepada Kapusdatin Kemendikbudristek pada Selasa, 6 Desember 2022  di Kawasan Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Usai mendapatkan predikat kematangan IV yang diberikan kepada EDU-CSIRT dalam pengukuran kematangan penanganan insiden siber dari BSSN beberapa waktu lalu, kali ini BSSN kembali melakukan pengukuran Cyber Security Maturity (CSM) di Kemendikbudristek. Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, BSSN melayangkan pertanyaan-pertanyaan dari lima aspek yang diukur mulai dari aspek tata Kelola, identifikasi, proteksi,deteksi, dan respon.

CSM yang merupakan alat bantu untuk mengukur kematangan keamanan siber organisasi yang mana organisasi diharapkan dapat melakukan peningkatan pengelolaan keamanan siber serta memastikan pengelolaan tersebut berjalan optimal dan berfungsi secara menyeluruh. Kelima aspek yang ditanyakan dibagi kembali dalam sub aspek yang mempersentasikan pengelolaan keamanan siber pada pengelolaan TIK di lingkungan Kemendikbudristek mulai dari manajemen hingga aspek teknis.

Kapusdatin Kemendikbudristek, Dr.M.Hasan Chabibie menerima penghargaan dari BSSN

Dalam pengukuran kematangan CSM Kemendikbudristek yang dilakukan pada 11 dan 15 November 2022 secara daring ini didapat nilai kematangan 4.26 dengan capaian “Implementasi Terkelola”. Kemendikbudristek dinilai sudah cukup mumpuni dalam  aspek tata kelola dengan nilai 4.38, identfikasi dengan nilai 4.36, dan aspek respon dengan nilai 4.38.

Sementara pada aspek deteksi Kemendikbudristek masih mendapatkan skor 4.17 dan proteksi dengan skor 4.00. Hasil ini tentunya menjadi perhatian dari Sesjen Kemendikbudristek, Ir. Suharti, P.hD yang disampaikan melalui Kapusdatin Kemendikbudristek, Dr. M. Hasan Chabibie.

“Hasil yang didapat ini menjadi bahan evaluasi bagi kami selaku penanggungjawab keamanan SPBE di lingkungan Kemendikbudristek. Yang mana aspek-aspek yang sudah tercapai tingkat tata Kelola perlu dipertahankan dan ditingkatkan dan yang masih belum optimal perlu dilakukan perbaikan seperti yang  sudah direkomendasikan BSSN kepada kami,” ujar Hasan.

Hasan juga meminta agar setiap level kerja di lingkungan Kemendikbudristek dapat memenuhi standar keamanan informasi di masing-masing unit kerjanya sesuai dengan Persesjen SMKI No.11 Tahun 2022. Hasil yang didapat ini menempatkan Kemendikbudristek berada di urutan kedua yang mana Kementerian Keuangan berada di ururtan pertama dan Bank Indonesia di urutan ketiga.

Kemendikbudristek mendapatkan urutan kedua setelah Kemenkeu dan Bank Indonrsia di urutan kedua

Tim Publikasi EDU-CSIRT