Gorontalo Membuka Rangkaian Pelaksanaan KIHAJAR TIK TALKS 2021

0
1553

Pusdatin Kemendikbudristek, Jakarta (16/6) – Provinsi Gorontalo menjadi salah satu provinsi yang memiliki utilitas tertinggi penggunaan bantuan kuota data Internet yang diberikan pemerintah melalui Kemendikbudristek, untuk itu Dr. Hasan Chabibie, M.Si., plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah provinsi Gorontalo khususnya Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.

Apresiasi ini sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir selama pandemi COVID 19 lewat bantuan internet yang diberikan selama kurang lebih 7 bulan ini yang menandakan jika kolaborasi yang dilakukan betul-betul bisa menjaga nyala api belajar dunia pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Dr. Wahyudin A. Katili, kolaborasi sangat diperlukan dalam rangka bangkit dari pandemi COVID 19 salah satunya dengan pelaksanaan KIHAJAR TIK TALKS.

“Pelaksanaan KIHAJAR TIK TALKS merupakan wujud dari sinergitas pusat kepada daerah khususnya meningkatkan kemampuan literasi digital, kemampuan dalam proses pembelajaran dan juga kemandirian”, ujar Dr. Wahyudin A. Katili, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo.

Begitu juga yang dikatakan Plt. Kapusdatin, Dr. M. Hasan Chabibie, KIHAJAR TIK TALKS diadakan untuk melaksanakan digitalisasi sekolah yang digadang-gadang Kemendikbud ristek.

“Digitalisasi sekolah adalah salah satu fokus kemendikbudristek saat ini, digitalisasi di semua sektor pendidikan itu sudah dimulai dan salah satu aspek yang sangat penting dalam dunia digital adalah persoalan keamanan informasi oleh karenanya inilah yang menjadi opening dari agenda rangkaian Kihajar Tik Talks di tahun 2021 dengan tentu nanti akan ada tema-tema yang lain yang sangat menarik”, ujar Hasan Chabibie.

Plt. Kapusdatin membuka acara KIHAJAR TIK TALKS

Dengan meningkatnya akses internet, masyarakat dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keingintahuan. Hal ini dapat memberikan dampak negatif, jika masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi digital yang cukup untuk memilah informasi. Semakin tingginya kebutuhan akan penggunaan internet, semakin tinggi pula resiko keamanan data pengguna internet. Penggunaan aplikasi atau layanan online mayoritas membutuhkan proses pendaftaran menggunakan data pribadi, contohnya saat mengakses jurnal berbayar. Begitu juga saat mengakses laman-laman (website) yang belum terjamin keamanannya, yang memungkinkan data pribadi pengguna diretas atau disalah gunakan.

Pada tahun 2020 tercatat 495.337.202 aktifitas traffic anomali berdasarkan monitoring serangan Siber oleh Badan Siber dan Sandi Negara, data ini naik 71% dari tahun sebelumnya di tahun 2019 di 290.381.283 aktifitas anomali. Tren serangan siber diantaranya berupa Hacking, Data Breach, Phising dan yang cukup marak adalah Video Conference Hijacking.

“Hacking adalah usaha mendapatkan akses tidak sah ke dalam sistem, Data Breach merupakan insiden data dan informasi pengguna device, diakses tanpa otorisasi. Sementara Phising adalah upaya mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan dan Video Conference Hijacking, usaha eksploitasi sistem komunikasi secara Video Conference dengan tujuan menganggu/merusak sistem”, Ujar Aprita Danang Permana dari Badan Siber dan Sandi Negara.

Grafik hasil monitoring keamanan siber

Ia menambahkan, cara yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan siber diantaranya adalah memeriksa alamat situs sebelum memasukan data pribadi, waspada pesan yang meminta data pemutakhiran akun berupa OTP, Menggunakan password yang sulit ditebak dan diubah secara berkala serta tidak membagikan kepada siapapun. Langkah terakhir menggunakan Two Factor Authentication untuk meningkatkan keamanan situs daring.

Di bidang pendidikan, kegiatan pembelajaran yang dulunya dilakukan secara tatap muka kini dilakukan secara daring. Sumber-sumber belajar tidak hanya terbatas pada buku sekolah. Sumber belajar maupun sumber informasi yang menunjang di bidang pendidikan (contoh: konten video pengayaan, artikel informasi) kini dapat dibagi dan dapat diakses melalui internet. Selain itu, program Digitalisasi Sekolah yang dicanangkan oleh pemerintah, dimana guru dapat memilih dan mengunduh kurikulum sesuai level kompetensi yang dibutuhkan, serta penyediaan sumber belajar dalam bentuk digital, tentunya tak lepas dari penggunaan internet.

Provinsi Gorontalo mendorong Sekolah untuk memanfaatkan TIK dalam pelaksanaan Pembelajaran terutama pada pembelajaran di masa Pandemi. Dalam hal ini Dinas Pendidikan Dikbudpora Provinsi Gorontalo mendorong Guru-guru yang ada di bawah binaannya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan Pengembangan TIK.

“Diantaranya seperti kegiatan Duta Rumah Belajar dan mendorong satuan Pendidikan untuk menggunakan akun pembelajaran belajar.id yang didistribusikan oleh Kemdikbudristek melalui Pusdatin,” ungkap kepala dinas Dikbudpora provinsi Gorontalo Dr. Wahyudin A. Katili.

Duta Rumah Belajar Provinsi Gorontalo, Munawir Patilima menyatakan bahwa pemanfaatan akun pembelajaran belajar.id harus dilakukan secara maksimal oleh guru dan peserta didik, karena memiliki manfaat dan kelebihan dalam mendukung proses pembelajaran. Diantaranya adalah keamanan, memiliki fitur kolaboratif, dan yang paling penting mudah digunakan.

Generasi 4.0 Peka Keamanan Data Pribadi

Narasumber Gildas Deograt Lumy seorang pakar keamanan siber juga menghimbau agar satuan pendidikan harus mempersiapkan perkembangan teknologi menuju generasi 4.0. Dimulai dari diri sendiri dengan cara perubahan perilaku dan budaya dalam menggunakan teknologi. Salah satunya dengan tidak mudah memberikan data informasi bersifat pribadi kepada situs online.

“Hal ini untuk mencegah kejahatan yang dapat terjadi akibat penyalahgunaan informasi data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Pencurian data pribadi marak terjadi, bahkan dialami oleh perusahaan besar dan ternama,” ungkap Gildas .

Ia menambahkan cara lain selain perubahan perilaku dan budaya, adalah dengan mengintegrasikan strategi Nasional di seluruh elemen, kemudian meningkatkan kepatuhan, kapasistas dan kemampuan baik SDM dan infrastruktur.

Gildas Deograt Lumy, ingatkan menjaga data pribadi di era digital 4.0

Kegiatan KIHAJAR TIK TALKS Provinsi Gorontalo diikuti oleh 866 peserta yang mendaftar melalui laman simpatik.kemdikbud.go.id, serta di siarkan melalui:

YouTube Televisi Edukasi https://youtu.be/Tan1j6TC77U

YouTube Rumah Belajar. https://youtu.be/pqyWEy7i6iA

Radio Suara Edukasi https://suaraedukasi.kemdikbud.go.id

 

Pusat Data dan Teknologi Informasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: pusdatin.go.id

Twitter: pusdatin_dikbud

Instagram: tvedukasi_kemdikbud

Facebook: Tvedukasi Kemdikbud